LAPORAN
AKHIR
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
“Pembuatan Asam Asetil Salisilat (Aspirin)”
DISUSUN
OLEH :
WIDYA ARIA NINGSIH
(RRA1C117001)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
VII.Data Pengamatan
NO
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1.
|
Dimasukkan
asam salisilat dan asam asetat kemudian ditetesi H2SO4 pekat pada labu
alemeyer sambil diaduk pada penangas air selama 15 menit dengan suhu 50 ˚ -60 ˚C
|
Campuran
menjadi panas
|
2.
|
Didinginkan
dan ditambah 50 ml H2O dan diletakkan didalam ice bath,kemudian saring
kristal yang sudah terbentuk
|
]Campuran
akan mengeluarkan asap dan kristal akan berwarna putih susu
|
3.
|
Rekristalisasi
kristal yang sudah terbentuk tadi dengan menambahkan 5ml etanol-air 50% dan
panaskan kembali.
|
Semua
kristal melarut
|
4.
|
Disaring
larutan dalam keadaan panas menggunakan kertas saring dan didinginkan dalam
es batu
|
Kristal
akan tersaring dikertas saring berwarna putih
|
5.
|
Dibiarkan
kristal mengering
|
Kristal
jarum terbentuk
|
6.
|
Ditimbang
produk yang sudah kering
|
Massa:2,0659
gram.
|
VIII.
Pembahasan
Aspirin
merupakan salisilat ester yang bisa disintesis menggunakan asam asetat dan asam
salisilat aspirin bersifat antipiretik dan analgesic karena kelompok senyawa
glikosida dimana senyawa ini memiliki bagian gula yang terikat pada
non-glikosida L, sintesis aspirin ini akan terjadinya proses
esterifikasi,dimana reaksi antara asam karboksilat dengan alcohol akan
membentuk suatu ester.
Pada percobaan kali ini
,pertama-tama yang kami lakukan menyiapkan bahan dan alat. Lalu kami
memasukkan 2,5 gram asam salisilat kering sebagai pereaksi ke dalam erlenmeyer.Kemudian
ditambahkan 4 ml asam asetat glasial.
Seharusnya disini kami menambahkan 4 ml anhidrida asetat namun kami ganti
dengan asam asetat glasial. Dimana menurut literatur yang saya baca asam yang
kita gunakan disini harus asam yang bersifat murni dan tidak mengandung air
seperti anhidrida asetat, namun di laboratorium kami anhidrida asetat ini habis
atau tidak tersedia jadi kami menggantikannya dengan asam asetat glasial karena
asam asetat glasial ini bersifat murni dan tidak mengandung air.
Setelah ditambahkan asam asetat
glasial kita lanjutkan dengan meneteskan H2SO4 pekat
sebanyak 2 tetes. Penambahan H2SO4 pekat di sini berguna
sebagai zat penghidrasi. Kemudian dikocok dan untuk mempercepat reaksi kami
melakukan pemanasan di atas penangas air pada suhu 50-60oC selama
kurang lebih 15 menit sambil diaduk-aduk dengan hati-hati. Pada saat pemanasan
ini tidak diperbolehkan menambah air sebagai pelarut karena dapat menyebabkan
asam asetat glasialnya berikatan dengan air dan membentuk asam asetat. Dan juga
asam salisilat dan aspirin sedikit larut air.
Setelah 15 menit kami angkat
erlenmeyer berisi campuran tersebut dan kami letakkan di atas balok kayu
tujuannya agar tidak langsung terkena dengan lantai atau keramik yang akan membuat erlemeyer pecah..
Setelah itu kami memasukkan 50ml air ke dalam campuran tersebut secara
hati-hati, pada tahap ini kami melihat campuran tersebut mengeluarkan asap.
Kemudian kami lanjutkan dengan mendinginkan campuran tersebut di dalam ice bath sampai terbentuk kristal. Selain
membentuk kristal pendinginan di dalam ice bath ini bertujuan untuk mengikat asam
salisilat dengan anhidrat asam asetat atau asam asetat glasial. Setelah kristal
terbentuk, di sini kami mendapatkan kristal berwarna putih susu. Kami lanjutkan
dengan menyaring kristal menggunakan kertas saring dan corong buncher kemudian kami
cuci dengan air dingin. Kemudia kristal yang terbentuk tersebut kami masukkan
ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan 5ml etanool-air 50%. Kemudian dipanaskan di
atas penangas air sampai semua kristal melarut. Meskipun semua kristal melarut
kami tetap menyaring kristal tersebut dengan menggunakan kertas saring dan
corong buncher. Kemudian kristal yang telah disaring tadi kami keringkan lalu
kami timbang. Disini kami mendapatkan massa kristal 2,0659 gram.Disnilah akan
terbentuknya rekasi seperti dibawah ini:
Vidio Hasil pratikum kelompok 3:
http://drive.google.com/file /d/1g9c_juacfl2_IDf2zYmlfVDjNE48lao4/view?usp=drivedk
http://drive.google.com/file /d/1g9c_juacfl2_IDf2zYmlfVDjNE48lao4/view?usp=drivedk
IX.
Pertanyaan Pasca Praktikum
1) Mengapa
Anhidrida asetat dapat digantikan asam asetat glasial?
2) Mengapa
perlu dilakukannya pendinginan kembali dengan batu es saat proses
rekkristalisasi ?
3) Apa fungsi
penambahan asam sulfat pekat pada praktikum ini ?
X.
Kesimpulan
1) Asam
salisilat memiliki kandungan utama asam asetilsalisilat (aspirin)
2) Asam
asetilsalisilat dapat dibuat dari sintesis dengan asam salisilat dan
dieraksikan dengan asam asetat anhidrat
3) Asam
salisilat merupakan salah satu obat anti inflamsi non steroid golongan
salisilat. Bahan ini bisa dibuat dalambentuk linimentum atau salep yang
berfungsi untuk menghilangkan nyeri pada pinggang,punggul dan rematik.
XI. Daftar
Pustaka
Chasanah,Uswatun.2009.Pengaruh Lama Pemanasan Terhadap Hasil Reaksi Sintesis Salisilat Dari
Asam Salisilat Dan Metanol Dengan Katalis Asam.http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/view/1035/1105
Irwandi, Dedi., 2014, Experient’s of Organic Chemical., Jakarta:
UIN Press.
S.Keton,dkk.2012.Penggunaan asam salisilat dalam Dermatologi.
Tim Kimia Organik.2015.Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas
Jambi.
XI.Lampiran

3. Fungsi dari penambahan asam sulfat pekat pada percobaan ini yaitu sebagai katalisator, sehingga nantinya asam sulfat pekat ini dapat berfungsi untuk mempercepat terjadinya reaksi pembuatan aspirin ini dengan cara menurunkan energi aktivasi. Sehingga energi yang diperlukan pada saat proses pembuatan sedikit jadi reaksinya akan berjalan cepat.
BalasHapusNomor 2.
BalasHapusFungsi pendinginan dengan air es ini adalah untuk membantu mempercepat pembentukan kristal aspirin. Terimakasih
1. karena anhidrat asetat dan asam asetat glasial mempunyai sifat yang sama. sehingga tidak berpengaruh dalam pembuatan aspirin.
BalasHapus