TEORI BELAJAR
DAN APLIKASINYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
1. Behaviorisme
Teori behaviorisme adalah teori yang
dicetuskan oleh Gagne dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagi hasil
dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang
berpengaruh terhadap arah perkembangan teori dan praktek pendidikan dan
pembelajaran yang dikenal sebagai behavioristik. Aliran ini menekankan pada
terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori
behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat
apabila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman (http://yusrinnur97.blogs.uny.ac.id/2015/11/03/resume-ke-5-teori-belajar/).
Berikut ini
contoh aplikasi teori Behaviorisme:
- Menentukan tujuan instruksional
- Menganalisis lingkungan kelas saat ini termasuk mengidentifiksi “entry behavior” mahasiswa (pengetahuan awal mahasiswa)
- Menentukan materi pelajaran (pokok bahasan, topic)
- Memecah materi pembelajaran menjadi bagian kecil-kecil (sub pokok bahasan, sub topic)
- Menyajikan materi pelajaran
- Memberikan stimulus berupa : pertanyaan, tes, latihan, tugas-tugas
- Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan
- Memberikan penguatan /reinforcement (positif atau negative)
- Memberikan stimulus baru
- Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan (mengevaluasi hasil belajar)
- Memberikan penguatan
2 Kognitivisme
Teori
belajar kognitivisme berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap
teori perilaku yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki
perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui
upayanya mengorganisir, menyimpan dan kemudian menemukan huungan antara
pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan
pada bagaimana informasi diproses(http://yusrinnur97.blogs.uny.ac.id/2015/11/03/resume-ke-5-teori-belajar/).
Peneliti yang
mengembangkan teori kognitif ini adalh Ausubel, Bruner, dan Piaget. Dari ketiga
tokoh ini masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Antara lain:
Contoh aplikasi teori Kognitif (Piaget) :
- Menentukan tujuan-tujuan instruksional
- Memilih materi pelajaran
- Menentukan topic yang mungkin dipelajari secara aktif oleh mahasiswa
- Menentukan dan merancang kegiatan belajar yang cocok untuk topic yang akan dipelajari mahasiswa
- Mempersiapkan pertanyaan yang dapat memacu kreatifitas mahasiswa untuk berdiskusi atau bertanya
- Mengevaluasi proses dan hasil belajar.
Contoh aplikasi teori Kognitif (Bruner) :
- Menentukan tujuan instruksional
- Memilih materi pelajaran
- Menentukan topikyang bisa dipelajarai secara induktif oleh mahasiswa
- Mencari contoh-contoh, tugas, ilustrasi yang dapat digunakan mahasiswa untuk belajar
- Mengatur topic pelajaran
- Mengevaluasi proses dan hasil belajar
Contoh aplikasi teori Kognitif (Ausubel ) :
- Menentukan tujuan instruksional
- Mengukur kesiapan mahasiswa (minat, kemampuan, struktur kognitif)
- Memilih materi pelajaran dan mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep-konsep kunci
- Mengidentifikasi yang harus dikuasai mahasiswa dari materi tersebut
- Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari
- Membuat dan menggunakan “advanced organizer”
- Memberi focus pada hubungan yang terjalin antara konsep-konsep yang ada
- Mengevaluasi proses dan hasil belajar
3. Humanistik
Menurut
teori humanistic, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan
memanusiakan manusia. Oleh sebab itu, teori belajar humanistic sifatnya lebih
abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian dan
psikoterapi. Teori humanistic sangat mementingkan isi yang dipelajari daripada
proses belajar itu sendiri serta lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep
pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses
belajar dalam bentuk yang paling ideal. Teori humanistic bersifat eklektik
yaitu memanfaatkan atau merangkum berbagai teori belajar dengan tujuan untuk
memanusiakan manusia dan mencapai tujuan yang diinginkan karena tidak dapat
disangkal bahwa setiap teori mempunyai kelebihan dan kekurangan(sites.google.com/site/mulyanabanten/home/teori-belajar-behavioristik/teori-belajar-kognitif/teori-belajar-konstruktivistik/teori-belajar-humanistik).
Contoh aplikasi teori Humanistik, antara lain:
1.
Menentukan tujuan instruksional
2.
Menentukan materi pelajaran
3.
Mengidentifikasi “entry behavior” mahasiswa
4.
Mengidentifikasi topic-topik yang memungkinkan
mahasiswa mempelajari secara aktif (mengalami)
5.
Mendesain wahana (lingkungan, media, fasilitas, dsb)
yang akan digunakan mahasiswa untuk belajar
6.
Membimbing mahasiswa belajar secara aktif
7.
Membimbing mahasiswa memahami hakikat makna dari
pengalaman belajar mereka
8.
Memebimbing mahasiswa membuat konseptualisasi
pengalaman tersebut
9.
Membimbing mahasiswa sampai mereka mampu
mengaplikasikan konsep-konsep baru ke situasi yang baru
10. Mengevaluasi
proses dan hasil belajar
4. Konstruktivisme
Konstruktivisme
merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual yaitu bahwa
pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas
melalui konteks yang terbatas. Pengetahuan bukanlah fakta-fakta, konsep, atau
kaidahyang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus membangun pengetahuan
itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
Dengan
teori ini, peserta didik dapat berfikir utuk menyelesaikan masalah, mencari ide
dan membuat keputusan. Peserta didik akan lebuh paham karena mereka terlibat
langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu
mengaplikasikannya dalam semua situasi. Selain itu peserta didik terlibat
secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep(http://yusrinnur97.blogs.uny.ac.id/2015/11/03/resume-ke-5-teori-belajar/)
Strategi pembelajaran konstruktivisme antara lain :
- Belajar aktif
- Belajar mandiri
- Belajar kooperatif dan kolaboratif
- Self-regulated learning
- Generative learning
- Model pembelajaran krotruktivisme:
- Problem based learning
- Discovery learning
- Cognitive strategies
- Project based learning
Huuaa 😍 sangat membantu sekali
BalasHapusTerimakasih kak
BalasHapus