JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
DISUSUN
OLEH :
WIDYA ARIA NINGSIH
(RRA1C117001)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2019
I.Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Ester Metil Salisilat (Minyak Gandapura)
II.Hari/Tanggal:Rabu,02 Oktober 2019
III. Tujuan :
1. Dapat memahami cara
pembuatan minyak gandapura secara sintesis dari asam salisilat dan methanol
2. Dapat mengetahui minyak
gandapura merupakan ester karboksilat
3. Dapat menentukan sifat
fisik dan kimia dari minyak gandapura
4. Dapat mengetahui jenis
reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura
IV.
Landasan Teori
Reaksi asam
karboksilat dengan alcohol yang menghasilkan ester dan air itu merupakan suatu Reaksi
esterifikasi. Prinsip dari reaksi pembuatan metil salisilat adalah esterifikasi
reaksi antara asam salisilat dan methanol, dimana dikatalis asam dan bersifat
dapat balik. Etsre asam karboksilat adalah senyawa yang mengandung gugus –CO2 R
dengan R berupa alkil maupun aril (Fessenden,1981).
Metil salisilat adalah senyawa organik dan juga ester. Ester ini rangkaian antara asam organik dan alcohol ,
yang memiliki ciri bau yang khas.
Biasanya metil salisilat atau minyak gandapura ini banyak kita temui secara
alami pada tanaman. Metil salisilat ini merupakan senyawa aromatic dengan ciri
warna cairannya kuning sedikit terang. Pada zaman dulu, metilsalisilat
diperoleh dari destilasi ranting birchmanis dan tanaman gandapura dimana dia
ini sebagai pelindung tanaman untuk mendapatkan minyak. Namun, sekarang metil
salisilat disintesis dan didapatkan dari esterifikasi asam salisilat dengan
methanol. Methanol bagian dari metil salisilat dan gugus hidroksilnya bereaksi
dengan asam asetat. Hasilnya yaitu asam asetilsalisilat yang dikenal dengan
aspirin (Irwandi,2014).
Metil salisilat ini sering digunakan
untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik
biasanya terdapat pada obat gosok untuk minyak angin. Didalam tubuh, metil
salisilat dihidrolisis menjadi asam salisilat yang memiliki efek yang
mirip dengan aspirin , tidak larut dalam
air namun larut dalam alcohol dan eter. Metil aslisilat juga sering dipakai
sebagai bahan penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gulaan, pasta gigi,
antiseptic, kosmetik, farfum serta bahan farmasi (Bachtiar,2014).
Minyak gandapura ini sejenis obat gosok yang bisa
menghilangkan rasa sakit local yang efektif dan tidak memiliki efek samping
serius pada kulit. Kesetimbangan saat esterifikasi dapat dihasilkan dengan
menambahkan katalisator asam kuat. Biasanya pada suhu kamar, derajat
kesetimbangan reaksi asam dengan alcohol mendapatkan kesetimbangan yang lambat
sedangkan pada suhu lebih tinggi dengan menggunakan pendingin baik (refluks)
dan asam kuat sebagai katalisator,maka reaksi akan dipercepat dan kesetimbangan
lebih mudah dicapai (Tim Penuntun Kimia Organik 2,2015).
Didalam laboratorium, destilasi
merupakan salah satu teknik utama untuk pemurnian cairan mudah menguap. Proses
ini yang melibatkan penguapan zat dengan cara memanaskan, diikuti dengan
kondensasi uap kembali menjadi cairan. dalam prakteknya, destilasi yang dipilih
tergantung pada sifat cairan yang akan dimurnikan dan pada sifat pengotor yang
akan dipisahkan (Firdaus,2009).
V.Alat
dan Bahan
a. Alat
· Labu dasar bulat 500ml
· Thermometer
· Labu destilasi 100ml
· Pendingin (liebig)
· Corong pisah
· Pipa bengkok
· Erlenmeyer 200ml
b. Bahan
· 28 gr asam salisilat
· Natrium bikarbonat
· 81 ml methanol
· Magnesium sulfat anhidrat
· 8ml asam sulfat
VI. Prosedur Kerja
1.
Dimasukkan 28 gr asam salisilat, 81ml
methanol dan 2ml asam sulfat pekat kedalam labu dasar bulat ukuran 500ml
kemudian kocok.
2. Dilengkapi labu dengan pendingin
air, refluks selama 5 jam, biarkan campuran menjadi dingin, rubah posisi
pendingin tegak menjadi miring untuk mendestilasi sisa methanol dengan
memanaskan diatas penangas air , setelah methanol habis terdestilasi,lalu
biarkan dingin.
3. Dituangkan kedalam corong pisah
larutan yang berada dalam labu tadi , dicampur dengan 250ml air kocok
kuat-kuat, biarkan sampai terbentuk dua lapisan zat cair.
4. Dialirkan lapisan ester (lapisan
bawah) kedalam Erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan jenuh NaHCO3
sampai bebas asam tambah anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester
salisilat selama 30 menit.
5 Disaring dan filtratnya langsung
ditabung dalam labu destilasi, kemudian destilasi diatas penangas air.
6.Dicatat temperature pada waktu
destilat ditampung, bila temperaturnya masih jauh dibawah titik didih metil
salisilat 115ºC
7. Dimurnikan kembali pada metil
salisilat yang ditampung dengan mendestilasi
lagi.
8. Diperiksa indeks bias metil salisilat yang
murni ini.
Adapun video
yang terkait dalam praktikum kali ini yaitu :
PERMASALAHAN

2. Seperti yang kita ketahui katalisator itu adalah zat yang mempercepat reaksi, nah di sini katalisator yang digunkan yaitu asam sulfat pekat dimana asam sulfat pekat ini dapat di gantikan dengan asam lewis dan asam hidroklorida dalam pembuatan ester metil salisilat atau minyak gandapura.
BalasHapus3.Kesetimbangan saat esterifikasi dapat dihasilkan dengan menambahkan katalisator asam kuat
BalasHapus1. Karena itu dapat mempercepat dalam melakukan percobaan jika suhu nya hanya di batas suhu kamar reaksi yg terjadi akan lambat dan bisa saja mempengaruhi hasil yg akan di dpt nanti
BalasHapus